Dari OP Sampai Terlupakan: Nasib 5 Hero MLBB yang Kini Hilang dari Peredaran

Posted on 12 September 2026

Hero terlupakan selalu menyimpan cerita menarik di balik namanya. Dulu, mereka menghiasi hampir setiap fase draft. Pemain bahkan rela menabung lama demi membelinya. Namun, nama-nama itu kini nyaris lenyap dari layar pemilihan. Beberapa bahkan tidak pernah lagi muncul dalam sepuluh pertandingan berturut-turut. Artikel ini menelusuri nasib lima di antaranya, sekaligus menjelaskan penyebab kemundurannya.

Mari kita mulai dari akar persoalannya. Memahami penyebabnya membantu Anda memprediksi hero mana yang akan menyusul berikutnya.

Mengapa Sebuah Hero Bisa Hilang dari Peredaran?

Kemunduran sebuah hero jarang terjadi dalam semalam. Beberapa faktor menumpuk secara bertahap.

Nerf Beruntun Menggerus Kekuatan Mereka

Hero yang terlalu dominan selalu menarik perhatian developer. Moonton kemudian memangkas angka mereka sedikit demi sedikit.

Satu nerf biasanya tidak terlalu terasa bagi pemain. Namun, lima nerf berturut-turut mengubah segalanya. Hero yang dulu menakutkan perlahan berubah menjadi pilihan biasa saja. Pemain lamanya pun ikut berpindah ke nama lain.

Hero Baru Membawa Kemampuan Lebih Lengkap

Faktor ini paling menentukan. Setiap hero baru biasanya membawa paket kemampuan yang lebih kaya.

Mereka memiliki damage, mobilitas, serta efek pengganggu sekaligus. Sebaliknya, hero lama sering hanya unggul pada satu aspek.

Akibatnya, pemain memilih opsi yang lebih fleksibel. Karena itu, daftar hero terlupakan terus bertambah setiap tahun.

Pergeseran Fokus Permainan

Arah permainan ikut berubah dari musim ke musim. Dulu, pertarungan kecil di lane menentukan hasil.

Sekarang, objektif dan rotasi cepat memegang peran utama. Hero tanpa mobilitas pun kehilangan tempat secara alami.

5 Hero Terlupakan yang Dulu Pernah Berjaya

Berikut lima hero terlupakan pilihan saya. Kelimanya pernah menjadi momok di masanya.

1. Alpha, Raja Exp Lane yang Kini Sepi Peminat

Alpha pernah menjadi pilihan utama di jalur pengalaman. Pesawat pendampingnya memberi damage tambahan yang konsisten.

Pada masanya, dia sanggup memenangi lane hampir melawan siapa pun. Selain itu, sustain-nya terasa sangat nyaman bagi pemain pemula. Banyak orang menjadikannya hero pertama untuk jalur pengalaman.

Sayangnya, hero exp modern membawa paket yang jauh lebih lengkap. Mereka memiliki mobilitas serta efek pengganggu sekaligus. Karena itu, Alpha perlahan tersingkir.

2. Hilda, Teror Semak yang Meredup

Hilda dulu menjadi mimpi buruk di area netral. Passive miliknya memberi regenerasi deras selama dia bersembunyi di semak.

Pemain pun sering bertemu dia secara tiba-tiba di jalur sempit. Ultimate-nya kemudian menghabisi target dalam hitungan detik tanpa memberi kesempatan melawan.

Kini, situasinya berubah. Visi menjadi jauh lebih baik, sedangkan hero lain menawarkan burst serupa dengan risiko lebih kecil.

3. Nana, Support Jahil yang Tergeser

Nana pernah menjadi pilihan wajib di banyak draft. Kemampuan mengubah lawan menjadi boneka terasa sangat mengganggu.

Selain itu, damage-nya cukup menyakitkan untuk ukuran hero pendukung. Jadi, dia memberi dua fungsi sekaligus.

Namun, support modern membawa penyembuhan serta perisai besar. Dalam meta bertahan lama, gangguan singkat kalah nilai dibanding daya tahan.

4. Zhask, Penguasa Lane yang Kehilangan Panggung

Zhask dulu mengendalikan lane tengah dengan sangat mudah. Sarangnya menembak otomatis, sedangkan dia sendiri berdiri aman di belakang.

Pendekatan itu sangat efektif melawan hero jarak dekat. Bahkan, banyak pemain merasa frustrasi menghadapinya.

Sekarang, tempo permainan menjadi jauh lebih cepat. Hero yang berdiri diam pun kesulitan mengikuti rotasi tim.

5. Cyclops, Penyihir Bola yang Terpinggirkan

Cyclops menawarkan combo sederhana dengan hasil memuaskan. Ultimate-nya mengunci target, lalu rangkaian bolanya menghabisi sisa darah.

Dulu, kombinasi tersebut sudah cukup untuk memenangi duel. Selain itu, cooldown-nya sangat pendek berkat passive miliknya.

Meski begitu, mage modern menawarkan jangkauan jauh lebih luas. Karena itu, dia kalah bersaing dalam pertarungan berkelompok.

Nama Lain yang Juga Mulai Jarang Terlihat

Lima nama utama bukan satu-satunya. Beberapa hero berikut mengalami nasib serupa.

Bane, Bajak Laut yang Kehilangan Gigi

Bane pernah menjadi pilihan menarik berkat damage sihirnya. Ultimate-nya melepas gelombang hiu yang menyakitkan.

Kini, dia kalah bersaing dengan mage modern. Jangkauannya terbatas, sedangkan mobilitasnya nyaris tidak ada.

Layla, Marksman Pemula yang Tersingkir

Layla tetap menjadi hero pertama bagi banyak pemain baru. Jangkauannya memang paling panjang di kelasnya.

Meski begitu, dia sangat lambat. Karena itu, pemain di tier atas jarang mempertimbangkannya.

Balmond, Petarung Sederhana dari Era Awal

Balmond pernah menjadi andalan berkat ultimate eksekusi miliknya. Selain itu, regenerasi pasifnya terasa nyaman di lane.

Sayangnya, fighter modern menawarkan kemampuan jauh lebih beragam. Jadi, dia perlahan menghilang dari draft serius.

Apa yang Membuat Sebagian Hero Lama Tetap Bertahan

Tidak semua hero era awal bernasib sama. Beberapa justru tetap relevan sampai sekarang.

Faktor pertama berupa fleksibilitas peran. Hero yang bisa mengisi dua posisi selalu memiliki nilai tambah.

Kedua, mekanik unik memberi perlindungan alami. Hero dengan kemampuan yang tidak tergantikan sulit tersingkir sepenuhnya.

Ketiga, dukungan komunitas ikut berperan. Hero dengan penggemar setia biasanya menerima perhatian lebih cepat dari developer.

Terakhir, penyesuaian item kadang menyelamatkan mereka. Satu item baru sanggup mengembalikan hero terlupakan ke permukaan tanpa perubahan skill sama sekali.

Apakah Hero Terlupakan Masih Layak Anda Mainkan?

Jawabannya bergantung pada tujuan Anda.

Untuk sekadar bersenang-senang, tentu saja layak. Mereka tetap menyenangkan, terutama bagi pemain lama yang merindukan suasana musim-musim awal.

Untuk mendaki rank, pertimbangkan lebih hati-hati. Hero semacam ini menuntut penguasaan lebih tinggi demi hasil yang setara.

Meski begitu, ada satu keuntungan menarik. Lawan jarang menyiapkan counter untuk mereka. Karena itu, elemen kejutan tetap bekerja di tier menengah.

Selain itu, tingkat ban mereka nyaris nol di semua tier. Jadi, Anda hampir selalu bisa mengambilnya tanpa persaingan dari siapa pun. Keuntungan kecil itu cukup berharga di fase draft yang ketat.

Cara Memakai Hero Terlupakan tanpa Merugikan Tim

Beberapa langkah berikut membantu Anda memakai hero terlupakan dengan bijak.

Pertama, latih mereka di mode klasik terlebih dahulu. Jangan membawa hero asing langsung ke ranked.

Kedua, sesuaikan build dengan item modern. Banyak hero lama justru membaik berkat item yang belum ada di masanya.

Ketiga, pilih pertandingan yang tepat. Melawan komposisi rapuh, hero lama sering tetap efektif.

Keempat, komunikasikan rencana Anda. Rekan setim yang paham biasanya lebih mau bekerja sama.

Terakhir, kenali batasnya. Jika lawan membawa counter langsung, jangan memaksakan pilihan tersebut.

Cara Menilai Sendiri Apakah Sebuah Hero Sudah Tertinggal

Anda tidak perlu bergantung pada daftar siapa pun. Beberapa cara berikut cukup akurat.

Pertama, buka halaman statistik hero di dalam permainan. Angka pick rate memberi gambaran paling langsung.

Kedua, perhatikan fase draft pada sepuluh pertandingan terakhir Anda. Hitung berapa kali nama tersebut muncul, baik di tim Anda maupun tim lawan.

Ketiga, bandingkan kemampuannya dengan hero baru di peran yang sama. Jika hero baru memiliki semua keunggulannya plus tambahan lain, tanda kemundurannya sudah jelas.

Terakhir, uji sendiri di beberapa pertandingan klasik. Pengalaman langsung sering memberi jawaban yang lebih jujur daripada angka.

Peluang Mereka Kembali lewat Revamp

Moonton rutin merombak hero lama. Program pembaruan model dan skill berjalan hampir setiap tahun.

Beberapa nama sudah menerima perlakuan tersebut. Mereka kembali relevan setelah kit mereka mendapat penyesuaian besar.

Jadi, peluang itu tetap terbuka. Hero dengan basis penggemar besar biasanya menjadi prioritas.

Meski begitu, jangan menunggu terlalu lama. Antrean revamp cukup panjang, sedangkan hero baru terus bermunculan setiap bulan. Kesabaran Anda mungkin berbuah beberapa tahun kemudian.

Pelajaran dari Siklus Naik Turun Meta

Kisah naik turun mereka menyimpan pelajaran berguna bagi pemain mana pun.

Pertama, tidak ada hero yang kuat selamanya. Meta selalu bergerak, sedangkan dominasi bersifat sementara.

Kedua, keterampilan Anda bertahan jauh lebih lama. Pemahaman soal posisi dan objektif tetap berguna meski hero favorit Anda melemah.

Ketiga, pool hero yang fleksibel memberi keamanan. Pemain dengan tiga pilihan berbeda jarang terjebak saat meta berubah.

Terakhir, nostalgia memiliki nilainya sendiri. Bermain demi kesenangan tetap sah, bahkan ketika angka statistik tidak mendukung.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah hero lama benar-benar tidak berguna? Tidak juga. Mereka hanya kalah efisien dibanding pilihan modern.

Apakah mereka bisa kembali kuat lewat buff? Bisa. Satu buff besar sering mengembalikan sebuah hero ke daftar pilihan utama.

Apakah pemula sebaiknya memakai hero lama? Sebagian justru cocok. Mekanik mereka biasanya lebih sederhana daripada hero baru.

Bagaimana cara tahu hero saya mulai tertinggal? Perhatikan tingkat pick dan win rate di dalam permainan. Angka tersebut memberi gambaran cukup jujur.

Kesimpulan

Setiap hero pernah memiliki masa keemasannya. Lima nama di atas membuktikan bahwa dominasi tidak pernah abadi.

Alpha, Hilda, Nana, Zhask, dan Cyclops kini jarang muncul. Nerf beruntun, hero baru yang lebih lengkap, serta perubahan tempo permainan menjadi penyebab utamanya.

Meski begitu, mereka belum sepenuhnya mati. Beberapa pemain masih memainkannya dengan hasil memuaskan.

Jadi, jangan ragu mencoba salah satunya. Siapa tahu, gaya lama justru cocok dengan cara Anda bermain.

Satu catatan penutup dari saya. Daftar seperti ini selalu bersifat sementara. Beberapa nama di atas mungkin sudah kembali populer saat Anda membacanya.

Selamat bernostalgia, dan semoga hero favorit lama Anda segera kembali bersinar.