5 Tipe Rekan Tim Solo Queue Paling Menyebalkan dan Cara Menghadapinya

Posted on 11 September 2026

Solo queue selalu menghadirkan kejutan pada setiap pertandingan. Anda menekan tombol cari lawan, lalu berharap mendapat empat rekan yang waras. Sayangnya, harapan itu tidak selalu terkabul. Beberapa tipe pemain muncul berulang kali dan menguras kesabaran siapa pun. Untunglah, setiap tipe memiliki cara penanganan yang berbeda. Artikel ini membedah lima tipe paling umum sekaligus solusi praktisnya.

Mari kita mulai dari akar masalahnya. Memahami penyebabnya membuat Anda lebih tenang saat menghadapinya.

Mengapa Rekan Setim Terasa Lebih Menyebalkan di Solo Queue?

Perasaan ini bukan sekadar prasangka. Ada penjelasan struktural di baliknya.

Komunikasi Berjalan Sangat Terbatas

Tim party biasanya memakai panggilan suara. Mereka bisa menyusun rencana dalam hitungan detik.

Sebaliknya, Anda hanya memiliki ping dan chat cepat. Alat tersebut cukup untuk pesan sederhana, tetapi gagal menyampaikan rencana rumit.

Akibatnya, kesalahpahaman muncul terus-menerus. Karena itu, gesekan terasa jauh lebih sering.

Lima Orang Membawa Lima Tujuan Berbeda

Setiap pemain masuk dengan motivasi masing-masing. Sebagian mengejar bintang, sedangkan sebagian lain sekadar mencoba hero baru.

Ada pula yang bermain sambil melakukan hal lain. Jadi, tingkat keseriusan dalam satu tim bisa sangat berbeda.

Perbedaan itulah yang menciptakan gesekan khas solo queue. Tidak ada satu pun pihak yang benar-benar bersalah di sini.

5 Tipe Rekan Tim Solo Queue yang Paling Sering Muncul

Berikut daftar tipe rekan tim solo queue yang paling sering muncul. Setiap tipe membawa solusi langsung di bawahnya.

1. Si Pemburu KDA

Tipe ini mengejar angka cantik di papan skor. Dia merebut kill dari rekan setim, lalu menghindari pertarungan berisiko.

Masalahnya muncul saat tim membutuhkan pengorbanan. Dia memilih mundur, sedangkan rekan setim tumbang satu per satu. Papan skornya memang bersih, tetapi tim tetap kalah.

Cara menghadapinya cukup sederhana. Jangan berdebat soal kill, sebab perdebatan itu tidak pernah berujung. Sebaliknya, manfaatkan dia sebagai pembunuh akhir. Buka pertarungan, lalu biarkan dia menyelesaikannya.

2. Si Nekat yang Selalu Masuk Duluan

Tipe kedua membuka pertarungan tanpa menunggu siapa pun. Dia menerjang lima musuh sendirian, lalu berharap tim menyusul.

Akibatnya, tim bertarung empat lawan lima berkali-kali. Bahkan, lawan memperoleh gold gratis secara berulang.

Untuk menghadapinya, jangan ikut masuk demi menyelamatkannya. Justru, biarkan dia belajar dari konsekuensinya. Sementara itu, manfaatkan waktu tersebut untuk mendorong lane lain.

3. Si Komentator Chat

Tipe ini lebih sibuk mengetik daripada bermain. Dia menyalahkan jungler, lalu berpindah menyalahkan roamer.

Bahaya utamanya bersifat menular. Satu komentar pedas sering memicu perdebatan yang melibatkan seluruh tim.

Solusi terbaiknya berupa fitur bisu bawaan permainan. Matikan chat mereka sejak awal, lalu fokuskan perhatian Anda pada peta. Selain itu, jangan pernah membalas. Balasan Anda hanya memperpanjang drama yang merugikan semua orang.

4. Si Menyerah Diam-diam

Tipe keempat berhenti berusaha setelah dua kali mati. Dia tetap berjalan, tetapi keputusannya menjadi asal-asalan.

Kadang dia hanya berdiri diam di base. Kadang pula dia farming tanpa tujuan di sudut peta. Kontribusinya pun menghilang sejak menit kelima.

Menghadapinya membutuhkan pendekatan yang halus. Kirim satu pesan positif kepadanya, bukan kritik tajam. Kalimat sederhana seperti “masih bisa, ayo turtle” sering mengembalikan semangat mereka.

5. Si Pemaksa Role

Tipe terakhir muncul sejak fase draft. Dia mengambil jungler padahal tim sudah memiliki dua.

Akibatnya, komposisi tim berantakan sebelum pertandingan dimulai. Selain itu, perebutan buff sering terjadi pada menit pertama.

Untuk mengatasinya, mengalah lebih cepat justru menguntungkan Anda. Ambil role kosong, lalu sesuaikan build serta emblem Anda. Perdebatan di menit pertama hanya membuang waktu persiapan. Tim dengan komposisi tidak ideal tetap bisa menang, sedangkan tim yang bertengkar hampir selalu kalah.

Tipe Tambahan yang Juga Sering Muncul

Lima tipe utama bukan satu-satunya. Beberapa varian berikut muncul cukup sering di solo queue.

Si Pencoba Hero Baru

Dia membeli hero pagi tadi, lalu langsung membawanya ke ranked. Mekaniknya masih kaku, sedangkan build-nya sering meleset.

Menghadapinya cukup mudah. Turunkan ekspektasi Anda terhadap lane tersebut, lalu berikan bantuan lebih sering.

Si Pengejar Misi Harian

Tipe ini bermain demi menyelesaikan misi, bukan demi menang. Karena itu, prioritasnya sering berbeda dari tim.

Biarkan saja dia mengejar targetnya. Sementara itu, ambil alih keputusan besar seperti objektif dan rotasi.

Si Multitasking

Dia bermain sambil menonton video atau membalas pesan. Respons terhadap ping pun terlambat.

Solusinya berupa ping yang lebih sering. Pengulangan sinyal biasanya cukup untuk menarik perhatiannya kembali.

Kenapa Menyalahkan Rekan Setim Justru Merugikan Anda

Kebiasaan ini terasa melegakan sesaat. Meski begitu, harganya cukup mahal.

Pertama, fokus Anda berpindah dari peta ke layar chat. Detik-detik itu sering menjadi penyebab kematian berikutnya.

Kedua, Anda kehilangan bahan evaluasi. Setiap kekalahan sebenarnya menyimpan pelajaran untuk Anda sendiri.

Ketiga, suasana tim ikut memburuk. Rekan setim yang tersinggung biasanya berhenti bekerja sama sepenuhnya.

Terakhir, kebiasaan tersebut menetap. Pemain yang terbiasa menyalahkan orang lain jarang berkembang dalam jangka panjang.

Prinsip Umum Menghadapi Rekan Setim yang Sulit

Beberapa prinsip berikut berlaku untuk semua tipe rekan solo queue.

Pertama, terima keadaan secepat mungkin. Semakin lama Anda kesal, semakin buruk keputusan Anda sendiri.

Kedua, sesuaikan peran Anda. Jika tim kekurangan frontline, ambil alih tugas tersebut. Fleksibilitas sering menyelamatkan pertandingan yang tampak mustahil.

Ketiga, gunakan ping secara konsisten. Komunikasi sederhana bekerja jauh lebih baik daripada kalimat panjang.

Terakhir, fokuskan perhatian pada objektif. Turtle dan lord tetap memberi kemenangan meski papan skor Anda kalah jauh.

Hal-hal yang Sebaiknya Anda Hindari

Beberapa kebiasaan justru memperburuk pengalaman solo queue Anda.

Hindari menyalahkan rekan setim lewat chat. Kritik di tengah pertandingan nyaris tidak pernah memperbaiki apa pun.

Selain itu, jangan membalas perilaku buruk dengan perilaku buruk. Berhenti bermain sebagai bentuk protes hanya merugikan diri Anda sendiri.

Hindari pula meminta menyerah terlalu cepat. Banyak pertandingan berbalik setelah satu team fight besar.

Terakhir, jangan menjadikan rekan setim sebagai alasan tunggal atas setiap kekalahan. Evaluasi diri tetap memberi kemajuan paling nyata dalam jangka panjang. Bahkan pemain terbaik pun rutin meninjau kesalahannya sendiri.

Bagaimana Jika Anda Ternyata Salah Satunya?

Bagian ini terasa kurang nyaman, tetapi tetap penting Anda baca. Kejujuran terhadap diri sendiri memberi kemajuan paling cepat.

Setiap pemain pernah menjadi rekan setim yang menyebalkan. Anda mungkin pernah mengetik dengan nada tajam setelah kalah beruntun.

Cobalah menonton ulang replay pertandingan Anda. Perhatikan keputusan Anda setelah kematian pertama. Biasanya, kualitasnya menurun tanpa Anda sadari.

Selain itu, periksa kebiasaan chat Anda. Jika Anda sering mengetik saat kesal, matikan fitur tersebut sejak awal.

Kesadaran semacam itu memberi keuntungan ganda. Anda menjadi rekan yang lebih baik, sedangkan permainan Anda ikut membaik.

Cara Menjaga Mental Selama Mendaki Rank Sendirian

Perjalanan solo queue menuntut ketahanan mental tersendiri. Beberapa langkah berikut membantu.

Tetapkan batas dua kekalahan beruntun. Setelah batas tercapai, berhentilah untuk hari itu.

Selain itu, bermainlah saat kondisi Anda segar. Kelelahan menurunkan kesabaran sekaligus kualitas keputusan.

Ubah juga cara Anda mengukur keberhasilan. Hitung jumlah keputusan baik, bukan sekadar menang atau kalah.

Terakhir, ingat bahwa ini tetap sebuah permainan. Jika suasana hati Anda memburuk setiap sesi, jeda beberapa hari sering menjadi jawaban terbaik.

Cara Membangun Kebiasaan Positif di Tim Acak

Anda tidak bisa memilih rekan setim. Meski begitu, Anda bisa memengaruhi suasana tim.

Mulailah dengan satu pesan positif di awal pertandingan. Sapaan sederhana sering menurunkan ketegangan sejak menit pertama.

Selanjutnya, berikan apresiasi setelah rekan setim melakukan hal baik. Pujian singkat jauh lebih efektif daripada kritik panjang.

Selain itu, akui kesalahan Anda sendiri secara terbuka. Kalimat pendek seperti “maaf, salah posisi” sering mencegah perdebatan besar.

Terakhir, tetap konsisten sampai akhir. Tim yang melihat satu orang terus berusaha biasanya ikut bertahan lebih lama.

Kebiasaan kecil semacam itu tidak menjamin kemenangan. Namun, peluang Anda jelas membaik dibanding tim yang saling menyalahkan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah fitur bisu benar-benar membantu? Sangat membantu. Mematikan chat memangkas sebagian besar sumber frustrasi.

Apakah saya perlu melaporkan pemain yang mengganggu? Laporkan bila perilakunya jelas melanggar aturan. Meski begitu, jangan berharap perubahan instan.

Bagaimana jika saya bertemu tipe yang sama berulang kali? Ubah jam bermain Anda. Komposisi pemain pada jam berbeda biasanya ikut berubah.

Apakah party dua orang sudah cukup membantu? Sangat cukup. Satu rekan yang Anda percaya memangkas banyak ketidakpastian.

Kesimpulan

Perjalanan solo memang menguji kesabaran. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan muncul di layar pemilihan hero.

Meski begitu, respons Anda tetap berada dalam kendali sendiri. Lima tipe di atas bisa Anda hadapi tanpa drama, asalkan Anda menyiapkan pendekatan yang tepat.

Mulailah dari satu kebiasaan saja. Matikan chat ketika suasana memanas, lalu fokuskan perhatian pada objektif.

Perlahan, pengalaman solo queue Anda akan terasa jauh lebih ringan. Bahkan, sebagian pertandingan sulit justru berubah menjadi kemenangan manis.

Satu catatan penutup dari saya. Tulisan ini bukan ajakan meremehkan siapa pun. Setiap pemain pernah berada di posisi yang sama, termasuk Anda dan saya.

Selamat mendaki, dan semoga rekan setim Anda hari ini menyenangkan.